Minggu, 07 Desember 2014

Gadis Kopi Tanpa Gula

Untuk diriku

Hampir setiap hari aku menyeduhnya
Mulanya aku benci dengan kopi, apalagi tanpa gula
Sebab hidup dan proses, aku meneguknya
Sudahlah, terasa derita dari ujung bibir hingga ke lambung
Hanya  ingin memaki rasa yang tak kunjung mati
Tapi, kau datang tanpa pemisi dan memaksa bermalam yang menahun

Ah, tapi aku terlanjur meneguk kopi tanpa gula itu
Dan kini aku tau rasanya
Membawa pada candu yang kau beri untuk bekal dalam hidup
Pahit, sakit yang merakit..
Aku melewati parit-parit…
Terimakasih telah mengajarkan arti jerit dalam cangkir kopi pahit

-----
masih namamu dalam do'aku ^^

Kamis, 20 November 2014

Tak Berujung

Meski kata orang dalam perjumpaan selalu ada kata perpisahan
Namun, tak dengan kisah kita

Semesta tanpa ujung
Begitu dengan kehidupan
Dengan temu yang merindu
Serupa rencana yang tak kasat mata
Itulah takdir yang mesti kita ikhlaskan

Bahwa, ketahuilah!
Seperti awan yang tak sedikitpun mengeluh
Sebagai penampung dan pelepas hujan

Lalu kini,
Perpisahan tak selamanya menawarkan kesedihan
Ujung perpisahan adalah kelak pertemuan itu sendiri

Raga dan yang terlihat mata tiada yang abadi
Betapapun kasat mata menjadi kekuatan

Kamu, aku, dan kalian
Ketahuilah! Ingatlah! Ketika nafas kita saling beradu
Langit yang kita lihat sellau sama

Ketahuilah!
Kalian lebih berharga dari sekedar air mata
Kalian lebih berarti dari sekedar kenangan-kenangan kita

Lalu, ketahuilah!
Yang kalian anggap rendah
Dan yang tak pernah kalian anggap ada
Terimakasih untuk detik yang pernah kalian berikan

Nama dan jiwa-jiwa itu telah terlanjur ada
dalam setiap doa-doa ku

tak berujung cinta dan kasihNya
begitupun cintaku untuk kalian

Betapapun sakit……
Betapapun sesal……
Betapapun air mata…….
You’re so special
And I love u unconditionally

Margolelo, 20 Oktober 2014
untuk teman-teman kkn

-----
masih namamu dalam do'aku ^^