Untuk diriku
Hampir setiap hari aku menyeduhnya
Mulanya aku benci dengan kopi, apalagi
tanpa gula
Sebab hidup dan proses, aku meneguknya
Sudahlah, terasa derita dari ujung
bibir hingga ke lambung
Hanya ingin memaki rasa yang tak kunjung mati
Tapi, kau datang tanpa pemisi dan memaksa
bermalam yang menahun
Ah, tapi aku terlanjur meneguk kopi
tanpa gula itu
Dan kini aku tau rasanya
Membawa pada candu yang kau beri untuk
bekal dalam hidup
Pahit, sakit yang merakit..
Aku melewati parit-parit…
Terimakasih telah mengajarkan arti
jerit dalam cangkir kopi pahit
-----
masih namamu dalam do'aku ^^
-----
masih namamu dalam do'aku ^^