Minggu, 07 Desember 2014

Gadis Kopi Tanpa Gula

Untuk diriku

Hampir setiap hari aku menyeduhnya
Mulanya aku benci dengan kopi, apalagi tanpa gula
Sebab hidup dan proses, aku meneguknya
Sudahlah, terasa derita dari ujung bibir hingga ke lambung
Hanya  ingin memaki rasa yang tak kunjung mati
Tapi, kau datang tanpa pemisi dan memaksa bermalam yang menahun

Ah, tapi aku terlanjur meneguk kopi tanpa gula itu
Dan kini aku tau rasanya
Membawa pada candu yang kau beri untuk bekal dalam hidup
Pahit, sakit yang merakit..
Aku melewati parit-parit…
Terimakasih telah mengajarkan arti jerit dalam cangkir kopi pahit

-----
masih namamu dalam do'aku ^^