Rabu, 30 Oktober 2013

Selamat Tinggal Masa lalu

Masa lalu mungkin sudah menjadi suatu hal yang sering kita bicarakan dan tidak mudah pula bagi sebagian orang untuk melupakannya, namun kita harus menyadari bahwa masa lalu bukanlah suatu hal yang nyata. Ada pepatah bijak yang menyatakan kemarin telah berakhir tadi malam, entah dengan kondisi apapun.
Masa lalu adalah suatu hal mati yang tidak harus kita bawa-bawa dan ungkit-ungkit kembali, walau masih banyak orang yang mempermasalahkan masa lalunya. Dengan mempermasalahkan masa lalu, kita akan sulit bangkit dan sulit menuju kesuksesan karena akan selamanya terbelenggu dalam ilusi diri.
Masa lalu tidak harus kita lupakan begitu saja, kita harus bijak dalam menyikapinya, terutama masa yang kelam. Ada seorang tokoh yang mengingatkan bahwa memahami masa lalu itu penting agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama atau serupa. Jadikan masa lalu sebagai tempat belajar kita dan bukan sebagai tempat tinggal. Dari masa lalu kita bisa bercermin dan memperbaiki diri. Kita bisa melupakan masa lalu, memperbaiki dan berbuat sebaik-baiknya saat ini untuk menyambut masa depan yang lebih baik. Sekelam apapun masa lalu kita, masa depan kita seperti kertas putih yang belum ternoda, diri sendirilah yang akan membuat coretan di kertas itu sesuai apa yang kita inginkan. Berilah coretan indah yang akan menghasilkan karya yang indah pula.
Masa lalu dan masa depan seseorang tidaklah sama, contoh pada relasi saya Pak Memet, dia dulunya seorang mahasiswa yang bisa digolongkan ke dalam mahasiswa yang kurang berkecukupan dalam biaya. Kuliah sambil berjualan donat, baju, dan lain sebagainya, tetapi dengan keinginannya yang kuat untuk bisa berhasil dan meninggalkan masa lalunya ini, ia ikuti berbagai usaha. Awal usaha-usahanya itu tidak begitu berpengaruh pada kehidupannya tetapi dia tetap berusaha terus dan membuktikan bahwa dia tidak mau dikalahkan dengan kegagalan masa lalunya, akhirnya penghasilannya kini mencapai 50 juta per bulan.

Oleh karena itu, kita harus bisa memahami, memaafkan dan melupakan masa lalu sebagai proses menjadi lebih baik. Ketika memaafkan orang lain atau diri sendiri sulit, kita dapat dengan cara lain yang sedikitnya bisa mengurangi beban pikiran kita, kita bisa mengungkapkannya melalui tulisan, menceritakan pada teman kita yang dianggap paling kita percaya dan tidak kalah pentingny berdoa pada Tuhan, pasti Tuhan akan menolong makhlukNya. Hal lain yang bisa kita lakukan adalah menemui psikolog yang mampu memberi bimbingan hingga sembuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar